Senin, 11 Juni 2018
Posko Mudik Lebaran 2018 ( 1439 Hijriyah )
Assalamualaikum Waruhmahtullohi Wabarokatuh...
Sampurasun...
Kulonuwun...
LAPORAN TERKINI ARUS MUDIK
Mulai pagi ini arus mudik mulai meningkat, terutama kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jateng dan Jatim.
Suasana sudah padat merayap ratusan ribu motor pemudik berbaur dgn kendaraan penduduk lokal.
Harap hati2 dan bersabar. Jika lelah istirahat di rest area atau posko sepanjang jalan Pantura.
Posko RAPI ( Radio Antar Penduduk Indonesia ) bersama Laskar Macan Ali Posko depan RUMAH SAKIT MITRA PLUMBON atau CIREBON GATE WAY PLUMBON,
Depan tiga Berlian perbatasan kota Cirebon dan di depan ktr. kec. Pangenan terdapat Pos Pandu Relawan Mudik Laskar Agung Macan Ali Kesultanan Cirebon, silahkan mampir jika anda lelah atau butuh bantuan.
Fasilitas : tempat Istirahat, tim kesehatan, pijat refleksi, tim pandu dan tim mekanik, melayani dengan GRATISSSSSS.
Contacts :
HP / WA / SMS 08111671611 ( Mamo Prabhu Diaz )
HP/WA/eS eM eS 0816641506 ( Ki Onto )
Freqwensi RAPI : 143.530 mhz
Terima Kasih
Kordinator :
- AKI ONTO
- AMAY BUTA MENDEK
- SUHU FIAN MAHARESI
- ABI FURQON JEJER JATI
Kerjasama :
- PT. Keraton Mustika Nusantara Group
- Gerage Massengger
- RAPI
- LASKAR MACAN ALI
Kamis, 07 Juni 2018
MENGISI LIKURAN BULAN ROMADHON
Assalamualaikum
Selamat ibadah jumat berkah
Selamat ibadah puasa ramadhan
Selamat ibadah jumat berkah
Selamat ibadah puasa ramadhan
Untuk renungan.....
_Syaikh Mahir Al Mu’aiqily_, pemilik suara emas yang menjadi Imam Masjidil Haram memberikan 13 pesan penting kepada kita sebelum Ramadhan beranjak pergi agar bisa meraih keutamaan dan keberkahan _*malam Lailatul Qadar*_.
1. Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal Rp 1.000 dalam 10 malam terakhir ini sehingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau menyedekahkan sebanyak Rp 1.000 selama 84 tahun atau Rp 1.000 x 365 hari x 84 tahun.
2. Kerjakan shalat sunah minimal 2 rakaat tiap malam sehingga jika Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau shalat 2 rakaat selama 84 tahun atau 2 rakaat x 365 hari x 84 tahun.
3. Bacalah surat Al Ikhlas minimal 3 kali setiap malam hingga apabila Lailatul Qadar jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau mengkhatamkan Quran selama 84 tahun.
4. Bacalah tafsir surat Al-Qadar, dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada Lailatul Qadar. Kau akan merasakan keagungan dan kekuatannya, insya Allah.
5. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk memperbanyak amal shaleh dan beribadah semaksimal mungkin. Karena seluruh malam dari sepuluh malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai kesempatan meraih Lailatul Qadar terlewati begitu saja.
6. Hafalkan doa malam Lailatul Qadar yang diajarkan oleh baginda Rasulullaah shalallaahu ‘alaihi wasallam ini:
_*ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN, TUHIBBUL ‘AFWA FA’ FU’ANNI*_
(Ya Allah, Engkau maha pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku)
7. Sempatkan tidur siang (qaylulah) sejenak jika memungkinkan.
8. Jangan lupakan keluargamu! Nabi Muhammad senantiasa membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat, walau mungkin tidak selama orang dewasa. semangati dan berilah motivasi pada mereka!
9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri akan berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian yang syar’i ketika beribadah.
10. Jagalah perut agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah isya dan tarawih sekadar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk mendirikan sholat malam.
11. Seluruh ibadah di bulan Ramadhan ini bukan lah ajang untuk pasang status (misalnya : “Alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepada-Nya malam ini” dsb) di Facebook atau media sosial lainnya. Biarlah itu jadi rahasia indah antara engkau dengan Allah.
12. Sabar adalah kunci untuk mendapatkannya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Di siang hari anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk mengerahkan kesabaran semaksimal mungkin. Ingatlah Allah telah memberi kita kesempatan berharga (akan luasnya ampunan) yang mungkin saja tidak datang lagi.
13. Ini yang paling penting: Berbaik sangkalah pada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah dan Pengampun. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-Nya. Jangan biarkan keragu-raguan dan prasangka buruk menjauhkanmu dari-Nya
Semoga Bermanfaat Dan Barokah Serta Mempererat Tali Silaturahmi
Aamiin Aamiin Aamiin Yaa Raab Al Aamiin
( Ki ONTO )
Hp/WA ; 0816641506
Senin, 28 Mei 2018
Bhineka Tunggal Ika
Assalamualaikum Waruhmahtullohi Wabarokatuh...
Shaloom Eloihim...
Om Svastiastu...
Bismillahirahmanirrahim...
Dengan menyebut Nama ALLAH TUHAN Semesta Alam
Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Ini adalah Jiwa Saya...
TUHAN namaMU disebut berbeda beda
Namun Hakekatnya ENGKAU adalah SATU
ENGKAU yang ada di dalam Setiap Hati Yang Suci
ENGKAU yang ada di dalam Setiap Nafas Kehidupan
ENGKAU yang tak tersentuh oleh akal pikiran...
Di Kuil,
Di Masjid
Di Gereja
Di Sinagog
Di Vihara
Di Pura
NAMAMU dipuja puja setiap saat setiap waktu
Namun...di Hati yang SUCI ENGKAU Bersemayam selalu walau tanpa pujian...
ENGKAULAH sumber dari segala CINTA KASIH,KEHIDUPAN,PENCERAHAN dan KEBERUNTUNGAN
Salaam Hormat,Peluk Cium;
Ki ONTO NOGO RODJO
( Agus Setiawan Wongso Sentono )
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Hanya ada satu agama, agama Cinta;
Hanya ada satu bahasa, bahasa Hati;
Hanya ada satu kasta, kasta kemanusiaan;
Hanya ada satu hukum, hukum Karma;
Hanya ada satu Tuhan, Dia Mahahadir
Minggu, 20 Mei 2018
Hamayu Hayuning Bhuwono
Tuhan itu satu; satu-satunya. Dalam kata 'Bharata' ada tiga huruf; 'Bha', 'Ra' dan 'Ta'. 'Bha' berarti 'Bhagavantha' atau Tuhan, 'Ratha' adalah orang yang menikmati sukacita Allah, orang yang mengasihi Tuhan dan memperoleh kebahagiaan dan sukacita di dalamnya. Mereka yang mengasihi Tuhan, dan memperoleh sukacita dan kebahagiaan dari Tuhan adalah Bharatheeyas atau Indian. Hanya ada satu Kebenaran - sarjana, orang bijak menyebutnya dengan nama yang berbeda. Anda dapat menyembah Tuhan dalam banyak nama dan bentuk tetapi prinsip Ilahi adalah satu dan sama. Berbagai agama seperti sekolah sains, pengetahuan atau kebenaran yang diajarkan di semua sekolah ini adalah satu dan sama.
Maka dari itu CINTAILAH TUHAN ALLAHmu dengan segenap hatimu dan segenap akal budimu,dan cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu
serta jaga dan peliharalah seisi alam semesta,hidup rukunlah dengan para mahluk mahluk TUHAN ( apapun dan siapapun mereka adah saudara kita,saudara sesama mahluk TUHAN,sesama Ciptaan TUHAN semesta Alam )
HAMAYU HAYUNING BHUWONO
ANGGAYUWA SIRA MARING KALUHURAN
Semoga Bermanfaat dan Barokah Serta Mempererat Tali Silaturahmi,
Aamiin Aamiin Aamiin Ya Raab Al Aamiin
Salaam Rahayu;
KI ONTO NOGO RODJO
( Agus Setiawan Wongso Sentono )
Hp/WA ; 0816)41506
Jumat, 11 Mei 2018
JIWA JAWI
KERIS MANIFESTASI "JIWA JAWI"
Disini tidak akan membenarkan dan menyalahkan apa yang sudah terjadi dalam pemahaman soal keris dan tosan aji lainnya. Yang pantas dicari adalah bagaimana budaya keris atau tosan aji itu memberikan manfaat bagi kehidupan kita bersama. Oleh karena itu, sekedar mau menyodorkan sebuah peringatan nenek moyang yang berbunyi "Janjine dudu jimat keramat, ananging angunging Gusti Kang Pinuji"
Keris bukan sebagai jimat, tetapi lebih sebagai piyandel (harapan, doa, dan kepercayaan), sebagai sarana memuji dan memuja Sang Pencipta. Intinya keberadaan keris tersebut harus berguna bagi masyarakat.
Singkat ceritanya keris adalah ilmu dan dipandang sebagai sebuah manifestasi 'Semangat hidup dan kearifan Jawa', Jiwa Jawi. Jawa berasal dari kata "Javana" yang bearti kearif-bijaksanaan. Kata keris berasal dari mangker karana aris artinya mundur dengan bijaksana maksudnya mundur dari dunia ini dengan
bijaksana. Oleh karena itu menggeluti dunia keris seharusnya bergulat dengan membaca alam, membaca diri, dan membaca kehendak Sang Pencipta.
Keris merupakan simbol pribadi, piyandel, sipat kandel, dan ini merupakan kepercayaan yang tidak bisa digugat dalam dunia perkerisan. Keris mempunyai makna dan isi, pertama-tama yang harus disadari adalah
keris itu berisi piwulang-wewarah, nasehat untuk hidup dengan baik dan benar (harapan agar manusia menjadi arif dan bijaksana).
Keinginan manusia pada dasarnya hanyalah satu yaitu menuju Sang Pencipta, dan di dalam keris itulah diungkap filsafat sangkan paraning dumadi (asal manusia lahir dan kemana tujuan hidupnya), sangkan paraning pambudi (berupaya mencapai tujuan hidup dengan ilmu) atau Manunggaling Kawula Gusti (upaya menuju arah tujuan hidup). Oleh karenanya secara fisik keris menggambarkan dan menggoreskan harapan sekaligus nasehat agar manusia senantiasa bertindak dan bersikap seperti yang digambarkan oleh keris. Gambaran itu diadopsi di dalam dapur, pamor, juga racikan yang tertera dalam keris. Keris dengan luwes menggambarkan upaya/usaha manusia untuk menuju Sang Pencipta.
Keris ada yang lurus dan ada yang lekuk hal ini menggambarkan suatu semangat Teguh dalam niat, luwes dalam pelaksanaannya artinya manusia diminta bijaksana dalam menjalani hidupnya, luwes dan tidak kaku. Ketajaman keris dimaksudkan bukan untuk perang melawan orang lain, tetapi untuk memerangi diri sendiri, keris bukan untuk membunuh tetapi digunakan untuk melindungi diri dimana hal ini sangat sulit untuk dipisahkan/dibedakan jika seseorang sangat ingin berkuasa, maksudnya adalah kemampuan untuk mengendalikan nafsu dalam diri sendiri.
Lalu dimana letak magis keris? Di dalam filsafat Jawa digoreskan Bapak (wong tuwo) tapa, anak nampa, putu nemu, buyut katut, canggah kesrambah maksudnya jika ayah (orang tua) hidup prihatin dan anak, cucu, cicit, dan canggah yang akan menerima kebahagiaan. Keprihatinan yang diwujudkan dalam benda yang pengerjaannya dilakukan oleh seorang Empu dengan bermati raga dan bertapa selama paling tidak 3 bulan tentu memberikan daya yang sangat kuat yang terekam di dalam mantra yang terpatri dalam godaman sang empu lewat pembakaran dan penempaan yang terus menerus dalam keprihatinan yang mendalam.
Doa yang terlantun dari empu yang berupa mantra-mantra ibarat kaset yang diputar dan terekam di dalam keris dan tosan aji. Kaset itu bisa diputar balik apabila yang mempunyai keris tahu cara memutarnya. Oleh
karena itu dalam dunia perkerisan ada laku/ritual yang harus ditempuh seseorang apabila hendak membeli keris. Membeli keris memang dengan uang, tetapi ada yang lebih penting dari itu, yaitu dengan laku keprihatinan, laku yang sangat umum adalah Tyas manis kang mantesi, ruming wicara kang mranani, sinembah laku utama ( Hati yang baik yang selalu mengemuka, keharuman pembicaraan yang senantiasa menarik, ditambah laku keutamaan ). Tanpa laku itu keris tidak akan bermakna. Keris yang handal butuh laku yang handal pula, oleh karena itu meski kita mempunyai keris Gajah Mada sekalipun tanpa laku yang memadai keris itu tidak akan berguna, lantaran tidak bisa dihidupkan daya magisnya. Walaupun keris iu dalam eksoterinya kurang berkelas, tetapi jika disertai laku luhur pemiliknya, maka boleh jadi keris itu akan bermakna bagi hidup pemiliknya.
Inilah selintas pemahaman keris sebagai manifestasi Jiwa Jawi yang tidak sekedar bermuatan etnis Jawa, tetapi Jawa dalam arti Javana yaitu kearif-bijaksanaan
Wesi Aji
Assalamualaikum Waruhmahtullohi Wabarokatuh...
Shaloom Eloihim...
AUM Swastiastu...
Salaam Sejahtera...
Dengan mengucap BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM...
perkenankanlah Saya KI ONTO ( KI ONTO NOGO RODJO )
Atau Mas AGUS SETIAWAN WONGSO SENTONO
mewedhar sedikit mengenai WESI AJI...
B E S I
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ۖ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Q.S Al-Hadid ayat: 25)
Besi Keris adalah bahan logam terpenting dalam pembuatan Tosan Aji (keris, tombak, pedang, dan senjata pusaka lainnya). Bangsa Indonesia mengenal logam besi tanpa melalui zaman perunggu, itulah sebabnya di Indonesia banyak ditemukan berbagai perkakas besi, namun jarang yang terbuat dari perunggu. Pasir besi mudah dijumpai di pulau Jawa sehingga sebagian penduduknya menjadi penempa yang mahir. Seni tempa di Indonesia tidak mungkin memiliki kualitas tinggi seperti sekarang jika tidak tersedia bahan dan pengetahuan akan besi yang luas.
Pengetahuan orang Jawa menyangkut besi keris tidak terbatas pada penempaan besinya saja, tetapi juga pembedaan senyawa besi satu sama lainnya. Ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan modern, ilmu ini memang tidak tergolong ilmiah. Raden Ngabehi Ronggowarsito, pujangga besar Keraton Surakarta pada abad 19 juga mencoba membuat catatan mengenai berbagai jenis besi bahan tosan aji yang dikenal oleh para ahli tosan aji Surakarta. Walaupun ditulis seorang pujangga, catatan itu pun masih sulit dimengerti orang-orang di zaman ini.
Di bawah ini adalah beberapa jenis besi menurut catatan beliau, antara lain :
Pengetahuan orang Jawa menyangkut besi keris tidak terbatas pada penempaan besinya saja, tetapi juga pembedaan senyawa besi satu sama lainnya. Ditinjau dari sudut ilmu pengetahuan modern, ilmu ini memang tidak tergolong ilmiah. Raden Ngabehi Ronggowarsito, pujangga besar Keraton Surakarta pada abad 19 juga mencoba membuat catatan mengenai berbagai jenis besi bahan tosan aji yang dikenal oleh para ahli tosan aji Surakarta. Walaupun ditulis seorang pujangga, catatan itu pun masih sulit dimengerti orang-orang di zaman ini.
Di bawah ini adalah beberapa jenis besi menurut catatan beliau, antara lain :
Besi Karangkijang, energinya dingin dan sabar.
Besi Pulosani, manfaatnya untuk kewibawaan, dapat kaya, dan keriernya baik.
Besi Mangangkang (wadon/betina), manfaatnya kalau dibawa pergi mudah dapat rejeki.
Besi Walulin, manfaatnya yang punya selalu sehat kuat, dalam bidang pertanian subur tanamannya, dihormati orang banyak, dan dapat berbuat tegas dalam menyelesaikan perkara.
Besi Katub, manfaatnya cocok untuk pedagang, apa yang dikehendaki dapat tercapai, dan juga untuk keselamatan.
Besi Kamboja, manfaatnya untuk kewibawaan, disegani orang banyak, kariernya baik. Tetapi tidak boleh berbuat jahat, kalau melanggar mendapat celaka.
Besi Ambal, manfaatnya dapat menarik keris lain.
Besi Winduaji, manfaatnya untuk keselamatan.
Besi Tumpang, manfaatnya untuk kewibawaan dan daya pesona.
Besi Werani (magnet?), manfaatnya untuk mencapai pangkat tinggi, kaya raya, dan sukses dalam kepemerintahan.
Besi Walangi (pelangi), manfaatnya dapat lancar untuk mencari sandang pangan, juga untuk penghasihan, dan jangan untuk usaha simpan pinjam.
Besi Terate, manfaatnya dicintai oleh wanita, dan keselamatan.
Besi Pulosani, manfaatnya untuk kewibawaan, dapat kaya, dan keriernya baik.
Besi Mangangkang (wadon/betina), manfaatnya kalau dibawa pergi mudah dapat rejeki.
Besi Walulin, manfaatnya yang punya selalu sehat kuat, dalam bidang pertanian subur tanamannya, dihormati orang banyak, dan dapat berbuat tegas dalam menyelesaikan perkara.
Besi Katub, manfaatnya cocok untuk pedagang, apa yang dikehendaki dapat tercapai, dan juga untuk keselamatan.
Besi Kamboja, manfaatnya untuk kewibawaan, disegani orang banyak, kariernya baik. Tetapi tidak boleh berbuat jahat, kalau melanggar mendapat celaka.
Besi Ambal, manfaatnya dapat menarik keris lain.
Besi Winduaji, manfaatnya untuk keselamatan.
Besi Tumpang, manfaatnya untuk kewibawaan dan daya pesona.
Besi Werani (magnet?), manfaatnya untuk mencapai pangkat tinggi, kaya raya, dan sukses dalam kepemerintahan.
Besi Walangi (pelangi), manfaatnya dapat lancar untuk mencari sandang pangan, juga untuk penghasihan, dan jangan untuk usaha simpan pinjam.
Besi Terate, manfaatnya dicintai oleh wanita, dan keselamatan.
Ilmu besi keris orang Jawa tidak mengunakan ukuran dan tolak ukur yang bersifat ilmiah, melainkan mengunakan kepekaan perasaan dan panca indera. Zaman dahulu mereka membedakan berbagai jenis besi dengan mengamati, mendengar bunyinya, atau dengan merabanya. Karena itulah ilmu besi tradisional ini sukar dipelajari dan dibuat catatannya. Dalam catatan “Serat WesiAji” terbitan De Blik-sem Solo tahun 1982 dijelaskan ilmu pembagian besi menurut Empu yang umum digunakan saat itu untuk membuat senjata atau benda pusaka (Tosan Aji).
Berikut adalah besi-besi yang dimaksud dalam catatan tersebut :
Berikut adalah besi-besi yang dimaksud dalam catatan tersebut :
Besi Karangkijang, adalah besi yang seratnya sepeti air laut. Inilah “pendeta“-nya besi, warna hitam kebiruan, jika dijentik berbunyi ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuah besi ini dingin dan ampuh.
Besi Pulasani, adalah besi yang seratnya seperti batu asih (?) warnanya hijau keperakan (Jawa: nyamberlilin), jika dijentik bunyinya Gurrr… Tuahnya tulus, membawa rejeki dan derajat, baik digunakan sebagai bahan pusaka.
Besi Mengangkang, adalah besi yang seratnya polos, berwarna hitam keunguan. Jenis besi ini ada dua macam, mengangkang laki-laki jika dijentik bunyinya Drungngng… (gemanya panjang). Tuahnya baik sekali yakni menambah wibawa. Mengangkang perempuan jika dijentik bunyinya ambrengengeng seperti suara lebah terbang. Tuahnya disayang orang sekelilingnya dan membawa rejeki.
Besi Walulin, adalah besi yang seratnya seperti pasir malela (ada kristal yang mengkilat di permukaannya), warnanya kebiruan, bila dijentik bunyinya Gung… bergetar. Penampilannya akas (berkesan kering). Tuahnya yakni dihormati orang banyak, baik untuk berternak.
Besi Katub, adalah besi yang seratnya seperti rambut, warnanya hitam kehijauan, mengkilat, kalau dijentik bunyinya Kung, ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuahnya yakni untuk kekebalan dan baik untuk pedagang.
Besi Kamboja, adalah besi yang warnanya keputihan, seratnya seperti gadung gemerlapan. Jika dijentik bunyinya Tong-ngong…nging (panjang). Inilah “putri“-nya besi, pemiliknya tidak boleh berzina. Tuahnya yakni dihormati orang banyak.
Besi Welangi, adalah besi yang konon berasal dari lautan, warnanya kuning kehijauan. Jika dijentik bunyinya Nging…amberengengeng sepeti suara lebah terbang. Tuahnya untuk keselamatan dan mudah mencari rejeki, tetapi tidak boleh membungakan uang.
Besi Ambal, adalah besi yang berwarna biru kemerahan, konon berasal dari batu gunung. Kalau dijentik bunyinya ambrengengengeng bergetar. Jika dipakai sebagai bahan pembuatan keris, besi ambal ampuh dan bisa “menarik” pusaka lainnya.
Besi Tumpang, adalah besi yang digelari “kuncinya besi“. Warnanya biru keunguan, jika dijentik bunyinya Jrung… gaungnya panjang. Tuahnya baik untuk kesaktian dan kewibawaan.
Besi Windudadi, adalah besi yang konon katanya berasal dari tengorokan Sang Hyang Mundikbrata, tidak tenggelam dalam air (?) dan warnanya biru bagaikan kaca (?), kalau dijentik bunyinya Dung… Tuahnya untuk kekuatan dan keteguhan.
Besi Werani, adalah besi yang konon katanya berasal dari gunung Srandil, warnanya hitam keungunan bagaikan bunga Teleng, kalau dijentik bunyinya abrengengengeng… bagai suara lebah terbang. Tuahnya sangat ampuh; kalau pemiliknya tergolong kuat; pangkat dan derajatnya cepat meningkat, kalau tidak kuat malah meyebabkan melarat.
Besi Terate, adalah besi yang warnanya hitam seolah berlumut, konon katanya berasal dari batu asih (?). Kalau dijentik bunyinya ambrengengeng bagai suara lebah terbang, berkahnya jauh dari fitnah dan mudah didekati wanita.
Besi Malela Ruyung, konon asalnya dari batu cendani (?). Warnanya putih kebiruan, berserat seperti rambut. Kalo dijentik berbunyi Preng… bergetar. Tuahnya untuk menambah kebranian dan keteguhan iman.
Besi Balitung, ada dua jenis. Yang baik besinya berasal dari batu, berwarna hitam agak keunguan. Jika dijentik bunyinya Ting… panjang. Tuahnya baik untuk nelayan. Sedangkan yang buruk warnanya agak keruh, jika dijentik bunyinya Ngeng, pendek. Tuahnya buruk menyebabkan melarat.
Besi Kenur, adalah besi yang berwarna hitam mengkilat bagai bulu burung gagak. Jaka dijentik bunyinya Srung…Ambrengengeng. Tuahnya baik untuk berdagang dan menyimpan uang banyak.
Besi Malela Kendaga, kadang juga disebut besi Loya. Bila dijentik bunyinya Tung… Tuahnya baik untuk menambah keberanian dan menjaga keteguhan iman.
Besi Tumbuk, konon berasal dari Sailan. Warnanya putih kekuningan gemerlap bagai batu karang. Jika dijentik bunyinya Gong…ambrengengeng. Tuahnya baik untuk menyimpan harta serta ditakuti jin dan setan.
Besi Pulasani, adalah besi yang seratnya seperti batu asih (?) warnanya hijau keperakan (Jawa: nyamberlilin), jika dijentik bunyinya Gurrr… Tuahnya tulus, membawa rejeki dan derajat, baik digunakan sebagai bahan pusaka.
Besi Mengangkang, adalah besi yang seratnya polos, berwarna hitam keunguan. Jenis besi ini ada dua macam, mengangkang laki-laki jika dijentik bunyinya Drungngng… (gemanya panjang). Tuahnya baik sekali yakni menambah wibawa. Mengangkang perempuan jika dijentik bunyinya ambrengengeng seperti suara lebah terbang. Tuahnya disayang orang sekelilingnya dan membawa rejeki.
Besi Walulin, adalah besi yang seratnya seperti pasir malela (ada kristal yang mengkilat di permukaannya), warnanya kebiruan, bila dijentik bunyinya Gung… bergetar. Penampilannya akas (berkesan kering). Tuahnya yakni dihormati orang banyak, baik untuk berternak.
Besi Katub, adalah besi yang seratnya seperti rambut, warnanya hitam kehijauan, mengkilat, kalau dijentik bunyinya Kung, ambrengengeng seperti lebah terbang. Tuahnya yakni untuk kekebalan dan baik untuk pedagang.
Besi Kamboja, adalah besi yang warnanya keputihan, seratnya seperti gadung gemerlapan. Jika dijentik bunyinya Tong-ngong…nging (panjang). Inilah “putri“-nya besi, pemiliknya tidak boleh berzina. Tuahnya yakni dihormati orang banyak.
Besi Welangi, adalah besi yang konon berasal dari lautan, warnanya kuning kehijauan. Jika dijentik bunyinya Nging…amberengengeng sepeti suara lebah terbang. Tuahnya untuk keselamatan dan mudah mencari rejeki, tetapi tidak boleh membungakan uang.
Besi Ambal, adalah besi yang berwarna biru kemerahan, konon berasal dari batu gunung. Kalau dijentik bunyinya ambrengengengeng bergetar. Jika dipakai sebagai bahan pembuatan keris, besi ambal ampuh dan bisa “menarik” pusaka lainnya.
Besi Tumpang, adalah besi yang digelari “kuncinya besi“. Warnanya biru keunguan, jika dijentik bunyinya Jrung… gaungnya panjang. Tuahnya baik untuk kesaktian dan kewibawaan.
Besi Windudadi, adalah besi yang konon katanya berasal dari tengorokan Sang Hyang Mundikbrata, tidak tenggelam dalam air (?) dan warnanya biru bagaikan kaca (?), kalau dijentik bunyinya Dung… Tuahnya untuk kekuatan dan keteguhan.
Besi Werani, adalah besi yang konon katanya berasal dari gunung Srandil, warnanya hitam keungunan bagaikan bunga Teleng, kalau dijentik bunyinya abrengengengeng… bagai suara lebah terbang. Tuahnya sangat ampuh; kalau pemiliknya tergolong kuat; pangkat dan derajatnya cepat meningkat, kalau tidak kuat malah meyebabkan melarat.
Besi Terate, adalah besi yang warnanya hitam seolah berlumut, konon katanya berasal dari batu asih (?). Kalau dijentik bunyinya ambrengengeng bagai suara lebah terbang, berkahnya jauh dari fitnah dan mudah didekati wanita.
Besi Malela Ruyung, konon asalnya dari batu cendani (?). Warnanya putih kebiruan, berserat seperti rambut. Kalo dijentik berbunyi Preng… bergetar. Tuahnya untuk menambah kebranian dan keteguhan iman.
Besi Balitung, ada dua jenis. Yang baik besinya berasal dari batu, berwarna hitam agak keunguan. Jika dijentik bunyinya Ting… panjang. Tuahnya baik untuk nelayan. Sedangkan yang buruk warnanya agak keruh, jika dijentik bunyinya Ngeng, pendek. Tuahnya buruk menyebabkan melarat.
Besi Kenur, adalah besi yang berwarna hitam mengkilat bagai bulu burung gagak. Jaka dijentik bunyinya Srung…Ambrengengeng. Tuahnya baik untuk berdagang dan menyimpan uang banyak.
Besi Malela Kendaga, kadang juga disebut besi Loya. Bila dijentik bunyinya Tung… Tuahnya baik untuk menambah keberanian dan menjaga keteguhan iman.
Besi Tumbuk, konon berasal dari Sailan. Warnanya putih kekuningan gemerlap bagai batu karang. Jika dijentik bunyinya Gong…ambrengengeng. Tuahnya baik untuk menyimpan harta serta ditakuti jin dan setan.
Ketujuh belas jenis besi diatas tergolong besi yang baik digunakan dalam bahan pembuatan senjata pusaka. Selain itu ada juga jenis-jenis besi yang tergolong buruk. Besi yang dianggap buruk untuk bahan pembuatan pusaka adalah besi Kantet, besi Malik, besi Kelengan, dan besi Enuh. Jelas bahwa pembagian jenis-jenis besi diatas tidak ada kaitannya dengan ilmu metalurgi. Bahkan bisa jadi yang disebut “besi” oleh nenek moyang kita dulu tidak harus besi murni (Fe, ferrum) yang kita kenal sekarang. Mungkin beberapa jenis logam yang lain juga disebut besi
Langganan:
Postingan (Atom)















